Selasa, 15 September 2009

males males males

arrgh! gw males. males. males.

males banget niy, suansana begitu-begitu aja, with more pressure.

awwk, rasanya gw mau balik jadi anak kelas 8. less pressure, less weight, more good.

-must face it though. grr.

Rabu, 09 September 2009

Mau Rubic!




Hahaha, demam rubic lagi menjangkit neh. Wkwkwk.
Berawal dari gw ngeliat kakak OSIS yang lagi megang-mengan mainan berbentuk kubus.
Gw sih gak tau nama mainan itu apa, tapi gw ngomongnya itu "mainan kotak" (what a silly name!).
Gw ngeliat, kakak itu berkutat dengan "mainan kotaknya" (as we know now, rubicnya).
Gw sih gak yakin kalo tu kakak bisa nyelesai'in rubik tersebut ampe warnanya bisa klop 1 sama lain (under estimate banget). But yeah, I think, it was impossible.

Bzzzzzt, finnaly, gw ngeliat, TU RUBIC UDAH JADI! Awwk, COOL! Gw kaget banget!
Emang tu kakak pinter, pikir gw!

Nah, 2 hari yang lalu, seperti biasa gw pulang dengan mobil antar jemput.
Temen 1 mobil gw, Fausto (yang notabene anak kelas 7), bawa rubic.
Tu anak ngoak-ngatik rubicnya, gw penasaran, gw liatin terus.
Eh, akhirnya dia bisa nyelesaikan rubicnya! WAOW! Ternyata dia juga bisa!
Abis itu, gw tanya dia, "Fa'e, gimana sih cara mainin rubicnya?!".
Setelah gw melontarkan pertanyaan itu, gw jadi dikit malu juga, masakan anak SMA kalah sama anak SMP, hahaha.
"Gini, ini ada rumusnya, coba lo buka buku gw tuh, ada di situ rumusnya!"
Oh, gw baru tau ternyata permainan ini ada rumusnya juga, ahahaha.
Akhirnya, gw diajarin sama Fa'e mainin tu rubic, hehehehe.

Sampe rumah, gw kepikiran mulu. Pingin punya rubic!
Seinget gw, dulu gw punya rubic, yang gambarnya tweety tweety. Hahahaha.
Rubic mainan zaman SD dulu. :D
Sekarang gw pengen beli rubic beneran, gw mau praktekin yang udah diajarin Fa'e (bangga banget!). Wkwkwkwk.

So, tadi pagi gw nge-sms ibu gw, "Ma, boleh nggak beli rubic? Yang "mainan kotak" itu loh, ma, yang warnanya disama-samakan itu. Budget berapa, ma?"
Terus ibu gw jawab, "Boleh, harganya yang normal aja ya."
Gw nanya lagi, "Yang normal di Gramedia 130rb. Boleh?"
"Boleh."
YEAAAA, thanks, Ma! :D

Finnaly, this Friday, gw bakal ke SMS buat beli tu rubic. Nggak sabar deh! Hahaha.
Cheers!

Sabtu, 05 September 2009

PLEASE HELP ME!

Teman-teman, pada hari Jumat tanggal 4 September, aku menerima sms dari ibuku bahwa aku lulus seleksi untuk tes pertama ASEAN Scholarships untuk level secondary school. EXCITED BANGET!

Tapi, ada beberapa problema yang harus aku hadapi. Pertama :
1. Aku belum ada pengalaman sama sekali.
2. Aku nggak tahu tipe soal yang akan diberikan.
3. Aku belum pernah belajar matematika pakai bahasa Inggris. (tesnya matematika, bahasa Inggris, dan general ability.)

I NEED HELP! Kalau ada yang tahu tentang kurikulum Singapore, atau tentang contoh-contoh soal matematika, bahasa Inggris dan general ability, please tell me yah!

-aga
e-mail me at: izecson.aga@hotmail.com

Rabu, 02 September 2009

Earthquake! Earthquake!


foto sekolahku
(sebagai penunjang cerita, hehehe.)

~i regret i didn't take a picture when the earthquake quaked

Waw, tadi setelah bel sekolah berbunyi, yang menyatakan bahwa sudah waktunya pulang sekolah, aku langsung cabut ke lantai 6 untuk latihan choir bersama Sherley temanku. Sambil menghitung jumlah tangga yang kami naiki (52 jumlahnya, dari lantai 4), kami ngobrol-ngobrol. Ngobrolnya cuma tentang pelajaran sekolah, hehehe.

Sesampainya di lantai 6, kami masuk ke ruang Choir, di sana sudah ada kak Eva, Maria, dan 1 orang temannya. Aku dan Sherley langsung mengisi absensi. Setelah bercakap-cakap sedikit dengan kak Eva, aku ngajak Sherley ke toilet (maklum, cewek suka ke toilet rame-rame, hahaha!). Rencananya cuman melakukan ekskresi ringan (baca: buang air kecil), tapi rencana itu
GATOT alias GAGAL TOTAL.

Aku buka pintu kamar kecil, terus, aku ngerasa kok lantainya bergoyang. Pertama-tama aku mikir, ahh, mataku berkunang-kunang, nih! Jadi, aku ngucek-ngucek mataku. Ups, lantainya tetep bergoyang. Sontak aku teriak, "Sherley! Kenapa nih?" ada nada panik dalam pertanyaanku. "Duh, aku juga nggak tau, Ga!". Jadi aku keluar dari kamar kecil, aku gandeng tangan Sherley. Lantai masih tetap bergoyang, dinding-dinding bergerak. GEMPA!

"Kak, gempa ya, kak?!!!" aku bertanya pada kak Eva. Kak Eva dengan wajah yang agak takut, hanya bilang iya. Lalu dia berdoa. Aku dan Sherley memegang tangan kak Eva. Kami jongkok takut bangunan ambruk. Maklum, kami ada di lantai 6, yang notabene lantai teratas di SMAK Penabur Gading Serpong. Perasaan udah berkecamuk, duh Tuhan, jangan biarkan bangunannya roboh. Tiba-tiba, bel pengumuman berbunyi "Anak-anak diharapkan segera turun ke lantai dasar dan keluar dari gedung sekolah. Menggunakan tangga. Sekali lagi menggunakan tangga." Aku langsung mengenali itu suara Pak Ir. Setelah pengumuman itu, gempa selesai. Ckckckck, apa gempanya takut sama pengumuman itu yah? Hahahaha. Yah pokoknya aku langsung turun lewat tangga. Tanganku masih memegang tangan Sherley.

Pada saat menuruni tangga, aku teringat Nathan dan nenek yang ada di rumah. Aku menelfon ponsel nenek tidak diangkat. Aku takut ada apa-apa terjadi dengan mereka. Lalu aku menelfon ibuku, aku menceitakan peristiwa gempa singkat itu, dan ibuku langsung menelfon nenek. Sembari memegang handphone, aku berlari menuju ke luar gedung sekolah. Sampai di luar, tanah tempatku berpijak terasa masih bergoyang. Berlebihan memang, tapi rasanya memang gitu! Lalu, HPku berbunyi. Ibuku menelfon. Ia berkata bahwa adik dan nenekku tidak apa-apa, keadaan seperti biasa saja. Hehehehe. Kemudian, aku dan Sherley berencana menemui kak Eva untuk menanyakan apa Choir akan tetap berlangsung (walaupun gempa, kami masih memikirkan latihan choir!). Namun, Pak Ir melarang kami masuk ke gedung. Akhirnya, aku dan Sherley keluar dari gedung, dan memutuskan untuk pulang saja.

Sampai di mobil antar jemput, Tantra, Rosano, Vica, Michelle, dan adikku pada berbicara tentang gempa yang terjadi. Bahkan pembicaraan itu berlangsung sampai pada pemikiran bahwa sekolah akan libur sebulan karena gedung sekolah akan diperbaiki. :D Tapi memang kelihatannya gedung sekolah akan diperbaiki. Tembok penyangga di gedung SMA sudah retak, dan seperti mau patah. Ckckckck. Tapi kalau libur sebulan kayaknya nggak mungkin, deh. Hahahahaha.

Finally, sampai rumah aku langsung nonton berita. Ternyata, gempa terjadi pukul 14.55 WIB (aku tau itu), dan kekuatannya 7,3 skala richter (aku nggak tau itu). Pusat gempa dari laut Tasikmalaya. Jadi efek gempa sampai ke Jakarta, Bandung, Tangerang, dan sekitarnya.


Well, that was my first (and I hope
the last) earthquake I've ever had!