Selalu deh, Sabtu itu hari yang paling kosong dan UNPRODUCTIVE.
Gue seharian di kamar, literally seharian, keluar cuma beli Indomie di Starmart lantai bawah. Ga ada gangguan dari siapa pun, hanya aku dan kamar *gaya lo*. But serius lah, gila kondisi dan situasi yang sangat-sangat kondusif kan buat belajat.
TAPI....................
Ngapain aja gue seharian ini? Benar-benar engga ngapa-ngapain. Engga melakukan hal berguna yang bisa membantu ujian gue, dan membantu gue untuk menjadi dokter nantinya. Gue cuma bobo manis di ranjang, mending tidur, cuma ngotak-ngatik internet. Ga ngurangin ngantuk, ga nambah semangat.
NYESEL MEN!
Sudah dua kali Sabtu gue lewatin dengan melakukan kemalasan, aktivitas pembodohan seperti ini.
Ga nyadar apa SOOCA tinggal beberapa hari lagi. HAH HAH HAH???
Masih banyak banget case numpuk belom dibaca. Emang EMS uda nyentuh HAH? NBSS aja belom kelar! (maaf buat yang engga ngerti istilah ini, nanti aja gue jelasin)
Gila lu, Ga. Cukup. GILA.
So sekarang lu malah nulis di blog. YAK, anak pintar. *ironis*
Yaudalah men, daripada selonjoran ga jelas di kasur.
Be right back. Gue belajar dulu. Doain ya supaya beneran belajar *walaupun ini lagi ada Indonesia vs Thailand di TV*
Sabtu, 21 Desember 2013
Senin, 09 Desember 2013
Lilin, Lampu dan Matahari
Aku adalah lilin,yang sinarnya berpendar-pendar. Tidak konsisten. Kadang redup jika angin bertiup, kadang terang.
Dia adalah lampu, yang menyala dengan sungguh terang jika tombol itu ditekan. Selalu menyala, sampai tombol itu kembali ditekan.
Lilin ingin menjadi lampu. Yang tidak butuh korek untuk menyala.
Lampu tidak peduli dengan lilin. Lampu kokoh pada tempatnya menempel di atap. Tapi lampu menginginkan matahari, dia matahari.
Matahari yang tidak pernah padam. Siap menerangi seisi rumah, kota, bahkan bumi. Sumber energi tiada tara.
Lilin melihat lampu hingga sumbunya habis. Lampu melihat matahari hingga putus. Matahari tetap di atas, tidak melihat lampu, apalagi lilin.
Dia adalah lampu, yang menyala dengan sungguh terang jika tombol itu ditekan. Selalu menyala, sampai tombol itu kembali ditekan.
Lilin ingin menjadi lampu. Yang tidak butuh korek untuk menyala.
Lampu tidak peduli dengan lilin. Lampu kokoh pada tempatnya menempel di atap. Tapi lampu menginginkan matahari, dia matahari.
Matahari yang tidak pernah padam. Siap menerangi seisi rumah, kota, bahkan bumi. Sumber energi tiada tara.
Lilin melihat lampu hingga sumbunya habis. Lampu melihat matahari hingga putus. Matahari tetap di atas, tidak melihat lampu, apalagi lilin.
Rabu, 04 Desember 2013
Hari Ini
Tentang Talenta
Salah sendiri lu engga pake talenta lu, akhirnya itu diambil dan dikasih ke orang lain.
Hah, sekarang lu cuma bisa memangku dagu dan menganga melihat orang lain yang keren-keren, kan.
SALAH SENDIRI!
***
Tentang Aku
Cuma orang yang luar biasa sabar yang bisa menghadapi gue.
Gue forever alone, engga ada yang mau sama gue.
***
Dysmorphic. I am totally screwed up today.
Salah sendiri lu engga pake talenta lu, akhirnya itu diambil dan dikasih ke orang lain.
Hah, sekarang lu cuma bisa memangku dagu dan menganga melihat orang lain yang keren-keren, kan.
SALAH SENDIRI!
***
Tentang Aku
Cuma orang yang luar biasa sabar yang bisa menghadapi gue.
Gue forever alone, engga ada yang mau sama gue.
***
Dysmorphic. I am totally screwed up today.
Langganan:
Postingan (Atom)