Sabtu, 14 Februari 2015

Ambisi Baru

Saya bukan orang yang jago menulis. Saya tidak bisa merangkai kata dan memukau para pembaca. Kata teman, hanya butuh "rajin" agar bisa menulis dengan baik. Karena itu, saya mau rajin menulis lagi.Saya mau menulis hal-hal yang menarik buat saya, semoga juga untuk pembaca blog saya.

* * *

Kalau saya pikir-pikir, hidup ini harus penuh dengan impian. Impian bisa yang jangka panjang, bisa juga jangka pendek. Tapi, menurut saya tidak ada yang namanya impian besar dan impian kecil. Semua impian tetap impian, yaitu sesuatu yang kita kejar. Kalau dikotak-kotakkan, mungkin kita malah kalah duluan sebelum bertanding.

Bagaimana cara mencapai impian itu? Orang sekarang berkata ya harus "ambis". Ambisius. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ambisius berarti berkeinginan keras mencapai sesuatu (harapan, cita-cita); penuh ambisi. Ambisius sering dikonotasikan dengan hal-hal yang negatif. Padahal, ambisius yang mengenal batas merupakan hal yang positif. Batas yang dimaksud di sini adalah tidak mengedepankan kepentingan diri sendiri dibandingkan kepentingan bersama. Tidak boleh saling sikut, gampangnya.

Saya mengenal banyak orang yang memiliki sifat ambisius terkontrol yang tentunya merupakan hal yang baik. Tidak jarang saya melihat mereka meraih impian mereka. Mungkin, bahkan pasti, banyak hal yang harus mereka korbankan. Bisa waktu, keluarga, teman main, dan hal-hal lain yang tidak rela untuk dilepas oleh banyak orang. Saya tidak berniat untuk menghakimi, namun setiap orang memiliki prioritasnya masing-masing. Bagi orang ambisius, tentu saja prioritas mereka adalah impian mereka itu.

Orang ambisius bisa selalu berkutat dengan hal itu-itu saja, atau justru sebaliknya menyelip ke berbagai bidang. Kadang, orang ambisius suka lupa keadaan sekitar dan tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Hal ini merupakan hal negatif yang sering terjadi. Lebih parah lagi jika mereka tidak peduli nasihat dari orang lain dan tetap berkeras dengan sikap negatif mereka tersebut.

Saya dulu merupakan orang yang ambisius. Saya merasakan hal positif dan hal negatifnya. Positifnya, saya dapat mencapai impian saya. Negatifnya, saya sering mencari alasan untuk impian saya. Hal-hal bodoh dan yang kini disesali pernah saya lakukan.

Semudah itu menjadi orang ambis. Tetapkan impian, pasang target, mulai berlari! Sekarang, saya ingin menjadi orang ambis lagi. Saya ingin memiliki impian agar saya bisa berusaha sekuat tenaga untuk mengejarnya. Walau demikian, saya tetap ingin menentukan batas-batas yang tidak boleh diseberangi. Tidak ada salahnya menjadi orang ambis, asalkan tidak merugikan orang lain.

Tidak ada komentar: